Thursday, June 6, 2019

PUISI NIA SAMSIHONO



Nia Samsihono
PULANG

Di manakah tempatku pulang?
Pada rumah dengan halaman berbunga
Di beranda, kursi menyapa
Dari jendela yang terbuka terdengar tawa

Di manakah tempatku pulang?
Pada pelukan yang membuatku nyaman
Tempat aku bertutur tentang apa 
Meringankan beban berat pikiran

Di manakah tempatku pulang?
Pada gairah tarikan tatapanmu
Yang mengusir penat berlalu
Lalu hangat tanganku dalam genggamanmu

Di manakah tempatku pulang?
Ada di hatimu terdalam
Ada di rumahmu yang membuatku diam
Menghirup udara segar dalam-dalam

Jakarta, 2019

Wednesday, June 5, 2019

PUISI-PUISI YANWI MUDRIKAH

Yanwi Mudrikah
Selamat Pagi, Kekasih

pohon-pohon menyaksikan pertemuan kita
di antara kelelahan yang tertinggal
orang datang dan pergi setelah senja menghilang

selamat pagi, kekasih
hujan masih mengguyur sawah dan kebun milik tetangga
lalu, anak-anak desa bercerita tentang keong
dan orang-orangan sawah

selamat pagi, kekasih
kita terbaring dari gemuruh hujan
petir menyambar
dan angin yang gemetar

selamat pagi, kekasih
narasi sekian tahun masih aku jaga
hingga sejarah akan tuliskan kita

darmakradenan, 12 maret 2019


Selamat siang, kekasih

kita sibuk dari kemacetan
mini bus, angkot dan go-jek berjejalan

orang-orang mengejar rupiah
demi keluarga di rumah

tong kosong nyaring bunyinya
tong kosong bunyinya nyaring

rupiah…
rupiah…
rupiah…

selamat siang, kekasih

darmakradenan, 12 maret 2019



Selamat Malam, kekasih

lampu neon tiba-tiba mati
aku terbangun dari hiruk-pikuk kerjaan
kerjaan kelar, rupiah dibayarkan

selamat malam, kekasih
angin melipat-lipat kertas dan buku-buku
segelas kopi kuseruput lagi,

selamat malam, kekasih
kurayakan rindu yang paling asih

darmakradenan, 12 maret 2019




Yanwi Mudrikah, lahir di Darmakradenan, Ajibarang, pada 12 Agustus 1989. Aktif menulis sastra sejak tahun 2010, saat masih duduk di bangku kuliah. Karya-karyanya terpublikasikan di Suara Pembaruan (Jakarta), Minggu Pagi (Yogyakarta), Koran Merapi (Yogyakarta), Satelitpost (Purwokerto), Radar Banyumas (Purwokerto), Pikiran Rakyat (Bandung), Flores Sastra (Flores), Suara Merdeka (Semarang), Solo Pos (Solo), Jurnal Sajak (Jakarta), Indopos (Jakarta), Majalah Mayara (Surabaya), Harian Tangsel (Jakarta), Banjarmasinpost (Banjarmasin), Harian Waktu (Bandung), Majalah Embun (Surakarta), Riaupos (Riau), NusantaraNews.co, www.litera.co.id, SastraPurnama.com, Harakatuna.com, Radar Bojonegoro (Jawa Timur), Majalah Ancas (Banyumas, Jawa Tengah) dan Media Indonesia (Jakarta), dll.
Karya puisinya juga terdokumentasi dalam Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia 2016 216 Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, Yayasan Sagang 2016); Antologi Di Bawah Sadar Di Atas Sadar (Forum BKI, 2013); Antologi Cahaya Tarbiyah (Forum Mahasiswa Tarbiyah, 2013); Creative Writing (STAIN Press, 2013); Kampus Hijau (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 2 (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 3 (Sekolah Sastra Peradaban, 2016); Rumah Penyair 3 (Kepompong Press, 2016); Seberkas Cinta Antologi Puisi 89 Penyair Indonesia (Digna Pustaka, 2016); Antologi Puisi Membaca Kartini Memaknai Emansipasi dan Kesetaraan Gender (Komunitas Joebawi, 2016); dan Beberapa sajaknya lolos dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014); Senyuman Lembah Ijen Antologi Puisi Nusantara (TareSi Publisher, 2018);  Perempuan Memandang Dunia Kumpulan Puisi Perempuan Penyair Nusantara (Tema Litera, 2018); Antologi Puisi Bengkel Sastra Taman Maluku Menjemput Rindu Di Taman Maluku (Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang, 2018); A Skyful of Rain Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2018 (Tahura Media, 2018). Dan buku puisi pertamanya Rahim Embun (2013); buku puisi keduanya Menjadi Tulang Rusukmu (2016);dan buku puisi ketiganya Menjadi Ibu (2019).
Riwayat pendidikannya, untuk Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertamanya diselesaikan di desa kelahirannya. Kemudian, ia melanjutkan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Purwokerto, sempat tinggal di Pondok Pesantren Al-Amin Mersi, Purwokerto. Pada tahun 2011 ia menyelesaikan S-1 (S.Sos.I) di STAIN Purwokerto—sekarang IAIN Purwokerto jurusan Dakwah/ Komunikasi Penyiaran Islam. Pada tahun 2015 ia menyelesaikan S-2 (M.Pd) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).
Saat ini berprofesi sebagai dosen terbang (pengajar tamu) di perguruan tinggi swasta di Purwokerto dan Cilacap. Selain itu, dia mengasuh dan menggerakkan Komunitas Sastra Gubug Kecil Indonesia, di Ajibarang-Banyumas (Jawa Tengah). Telp. 081 290 386 389. e-mail : yanwimudrikah@gmail.com. FB. Yanwi Mudrikah.


PUISI JULIA UTAMI

Dok. Julia Utami

Julia Utami
SECANGKIR KOPI PAHIT

aku menunggu senja pulang
menemaniku menikmati secangkir kopi

gemerincing hati mencari pahatan kata
sementara kau anggun menawarkan duka
yang mengintipku diam-diam

antara kau dan aku tak juga bersedekap
memanjakan bukit rindu yang
kau tinggal tanpa ingat puncaknya

entahlah, apakah senja masih berwajah jingga
hingga rebah di ranjang di pelukan malam

biarlah tetap aku seruput kopi pahitku
sebelum menghadik diriku sendiri

Tuesday, June 4, 2019

MALAM TAKBIRAN [SRI WINTALA ACHMAD]


https://www.indopos.co.id


Sri Wintala Achmad
MALAM TAKBIRAN

Takbir yang membelah desa dan kota
segairah kembang api membakar langit malam
lantas siapa tamu yang menunggu di depan pintu
wajahnya dingin. Ngingatkan aku pada Tuhan
Cilacap, 2 Juli 2015


MALAM LEBARAN

Mengubur bulan di pemakaman
Tanpa kafan tanpa pocong di kepala
Sebagaimana kau, saat memperabukan dosa
lewat api yang menyala dari jabat tangan telanjang
Cilacap, 3 Juli 2015


MALAM SYAWALAN

Tangan-tangan dijabatkan
ampunan khusyuk dilafalkan
tapi pisau lipatmu masih terselip
: rapi tersembunyi di pinggang kanan

Cilacap, 4 Juli 2015


MUSIM MUDIK

Serupa burung pulang ke sarang
kau singgahi rumah asal, buat
mengenang manisnya masa kanak
: terampok di tengah kota yang bengis

Cilacap, 5 Juli 2015

PUISI ERNI NOVALISA



Erni Novalisa
WE CAN

Hening berkutat dalam angka
Berpeluh raga menatap kaca
Meniti jejak menggapai bintang
Di setiap titik akan teraih

Selendang terbang menari di angkasa
Satu persatu terwarnai bagai pelangi
No children left behind
No teacher left behind
And...
We Can

Rakor internal Dit. PSMP
Santika Hotel, 19 Februari 2019

PUISI RITA URBANINGRUM


Rita Orbaningrum
Sang waktu 

Detik-detik berlalu
Dengan kepasrahan. 
Kepedulian,tanpa pernah tahu
Singgah pada lorong masa,
yang panjang tak berujung.

Keraguan itu selalu ada
Menghadang lajunya harapan. 
Menyentuh nurani terdalam
Di antara kebisuan yang mencekam.

Hanya denyut nadi
Yang terdengar saat terjaga.
Hanya dengkur halus yang muncul saat tidur.

Semua tetap melaju 
Dalam iringan sang waktu.

Muntok penghujung February 2018