Komunitas Sastrawan Wanita Indonesia "Pena Kartini"
Komunitas Sastrawan Wanita Indoensia "Pena Kartini" merupakan komunitas penyair wanita yang beranggotakan: Dhenok Kristianti, Rini Intama, Serüni Unié, Ummi Azzura Wijana, Rita Orbaningrum, Ni Putu Putri Suastini, Julia Utami, Purna Aprianti, Puspo Endah, Yanwi Mudrikah, Ewith Bahar, Deasy Tirayoh, Ninuk Retno Raras, Ratna Dewi Barrie, Waty Sumiati Halim, Lies Aryati, Yeni Fatmawati, Erni Novalisa, Frieda Amran, Dyah Tinggeng, Nia Samsihono, dan Lily Siti Multatuliana SutanIskandar.
Tuesday, July 7, 2020
Thursday, June 6, 2019
PUISI NIA SAMSIHONO
Nia Samsihono
PULANG
Di manakah tempatku pulang?
Pada rumah dengan halaman berbunga
Di beranda, kursi menyapa
Dari jendela yang terbuka terdengar tawa
Di manakah tempatku pulang?
Pada pelukan yang membuatku nyaman
Tempat aku bertutur tentang apa
Meringankan beban berat pikiran
Di manakah tempatku pulang?
Pada gairah tarikan tatapanmu
Yang mengusir penat berlalu
Lalu hangat tanganku dalam genggamanmu
Di manakah tempatku pulang?
Ada di hatimu terdalam
Ada di rumahmu yang membuatku diam
Menghirup udara segar dalam-dalam
Jakarta, 2019
Wednesday, June 5, 2019
PUISI-PUISI YANWI MUDRIKAH
Yanwi Mudrikah
Selamat Pagi, Kekasih
pohon-pohon menyaksikan pertemuan kita
di antara kelelahan yang tertinggal
orang datang dan pergi setelah senja menghilang
selamat pagi, kekasih
hujan masih mengguyur sawah dan kebun milik tetangga
lalu, anak-anak desa bercerita tentang keong
dan orang-orangan sawah
selamat pagi, kekasih
kita terbaring dari gemuruh hujan
petir menyambar
dan angin yang gemetar
selamat pagi, kekasih
narasi sekian tahun masih aku jaga
hingga sejarah akan tuliskan kita
darmakradenan, 12 maret 2019
Selamat siang, kekasih
kita sibuk dari kemacetan
mini bus, angkot dan go-jek berjejalan
orang-orang mengejar rupiah
demi keluarga di rumah
tong kosong nyaring bunyinya
tong kosong bunyinya nyaring
rupiah…
rupiah…
rupiah…
selamat siang, kekasih
darmakradenan, 12 maret 2019
Selamat Malam, kekasih
lampu neon tiba-tiba mati
aku terbangun dari hiruk-pikuk kerjaan
kerjaan kelar, rupiah dibayarkan
selamat malam, kekasih
angin melipat-lipat kertas dan buku-buku
segelas kopi kuseruput lagi,
selamat malam, kekasih
kurayakan rindu yang paling asih
darmakradenan, 12 maret 2019
Yanwi Mudrikah, lahir di Darmakradenan, Ajibarang, pada 12 Agustus 1989. Aktif menulis sastra sejak tahun 2010, saat masih duduk di bangku kuliah. Karya-karyanya terpublikasikan di Suara Pembaruan (Jakarta), Minggu Pagi (Yogyakarta), Koran Merapi (Yogyakarta), Satelitpost (Purwokerto), Radar Banyumas (Purwokerto), Pikiran Rakyat (Bandung), Flores Sastra (Flores), Suara Merdeka (Semarang), Solo Pos (Solo), Jurnal Sajak (Jakarta), Indopos (Jakarta), Majalah Mayara (Surabaya), Harian Tangsel (Jakarta), Banjarmasinpost (Banjarmasin), Harian Waktu (Bandung), Majalah Embun (Surakarta), Riaupos (Riau), NusantaraNews.co, www.litera.co.id, SastraPurnama.com, Harakatuna.com, Radar Bojonegoro (Jawa Timur), Majalah Ancas (Banyumas, Jawa Tengah) dan Media Indonesia (Jakarta), dll.
Karya puisinya juga terdokumentasi dalam Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia 2016 216 Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, Yayasan Sagang 2016); Antologi Di Bawah Sadar Di Atas Sadar (Forum BKI, 2013); Antologi Cahaya Tarbiyah (Forum Mahasiswa Tarbiyah, 2013); Creative Writing (STAIN Press, 2013); Kampus Hijau (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 2 (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 3 (Sekolah Sastra Peradaban, 2016); Rumah Penyair 3 (Kepompong Press, 2016); Seberkas Cinta Antologi Puisi 89 Penyair Indonesia (Digna Pustaka, 2016); Antologi Puisi Membaca Kartini Memaknai Emansipasi dan Kesetaraan Gender (Komunitas Joebawi, 2016); dan Beberapa sajaknya lolos dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014); Senyuman Lembah Ijen Antologi Puisi Nusantara (TareSi Publisher, 2018); Perempuan Memandang Dunia Kumpulan Puisi Perempuan Penyair Nusantara (Tema Litera, 2018); Antologi Puisi Bengkel Sastra Taman Maluku Menjemput Rindu Di Taman Maluku (Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang, 2018); A Skyful of Rain Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2018 (Tahura Media, 2018). Dan buku puisi pertamanya Rahim Embun (2013); buku puisi keduanya Menjadi Tulang Rusukmu (2016);dan buku puisi ketiganya Menjadi Ibu (2019).
Riwayat pendidikannya, untuk Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertamanya diselesaikan di desa kelahirannya. Kemudian, ia melanjutkan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Purwokerto, sempat tinggal di Pondok Pesantren Al-Amin Mersi, Purwokerto. Pada tahun 2011 ia menyelesaikan S-1 (S.Sos.I) di STAIN Purwokerto—sekarang IAIN Purwokerto jurusan Dakwah/ Komunikasi Penyiaran Islam. Pada tahun 2015 ia menyelesaikan S-2 (M.Pd) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).
Saat ini berprofesi sebagai dosen terbang (pengajar tamu) di perguruan tinggi swasta di Purwokerto dan Cilacap. Selain itu, dia mengasuh dan menggerakkan Komunitas Sastra Gubug Kecil Indonesia, di Ajibarang-Banyumas (Jawa Tengah). Telp. 081 290 386 389. e-mail : yanwimudrikah@gmail.com. FB. Yanwi Mudrikah.
Selamat Pagi, Kekasih
pohon-pohon menyaksikan pertemuan kita
di antara kelelahan yang tertinggal
orang datang dan pergi setelah senja menghilang
selamat pagi, kekasih
hujan masih mengguyur sawah dan kebun milik tetangga
lalu, anak-anak desa bercerita tentang keong
dan orang-orangan sawah
selamat pagi, kekasih
kita terbaring dari gemuruh hujan
petir menyambar
dan angin yang gemetar
selamat pagi, kekasih
narasi sekian tahun masih aku jaga
hingga sejarah akan tuliskan kita
darmakradenan, 12 maret 2019
Selamat siang, kekasih
kita sibuk dari kemacetan
mini bus, angkot dan go-jek berjejalan
orang-orang mengejar rupiah
demi keluarga di rumah
tong kosong nyaring bunyinya
tong kosong bunyinya nyaring
rupiah…
rupiah…
rupiah…
selamat siang, kekasih
darmakradenan, 12 maret 2019
Selamat Malam, kekasih
lampu neon tiba-tiba mati
aku terbangun dari hiruk-pikuk kerjaan
kerjaan kelar, rupiah dibayarkan
selamat malam, kekasih
angin melipat-lipat kertas dan buku-buku
segelas kopi kuseruput lagi,
selamat malam, kekasih
kurayakan rindu yang paling asih
darmakradenan, 12 maret 2019
Yanwi Mudrikah, lahir di Darmakradenan, Ajibarang, pada 12 Agustus 1989. Aktif menulis sastra sejak tahun 2010, saat masih duduk di bangku kuliah. Karya-karyanya terpublikasikan di Suara Pembaruan (Jakarta), Minggu Pagi (Yogyakarta), Koran Merapi (Yogyakarta), Satelitpost (Purwokerto), Radar Banyumas (Purwokerto), Pikiran Rakyat (Bandung), Flores Sastra (Flores), Suara Merdeka (Semarang), Solo Pos (Solo), Jurnal Sajak (Jakarta), Indopos (Jakarta), Majalah Mayara (Surabaya), Harian Tangsel (Jakarta), Banjarmasinpost (Banjarmasin), Harian Waktu (Bandung), Majalah Embun (Surakarta), Riaupos (Riau), NusantaraNews.co, www.litera.co.id, SastraPurnama.com, Harakatuna.com, Radar Bojonegoro (Jawa Timur), Majalah Ancas (Banyumas, Jawa Tengah) dan Media Indonesia (Jakarta), dll.
Karya puisinya juga terdokumentasi dalam Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia 2016 216 Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, Yayasan Sagang 2016); Antologi Di Bawah Sadar Di Atas Sadar (Forum BKI, 2013); Antologi Cahaya Tarbiyah (Forum Mahasiswa Tarbiyah, 2013); Creative Writing (STAIN Press, 2013); Kampus Hijau (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 2 (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 3 (Sekolah Sastra Peradaban, 2016); Rumah Penyair 3 (Kepompong Press, 2016); Seberkas Cinta Antologi Puisi 89 Penyair Indonesia (Digna Pustaka, 2016); Antologi Puisi Membaca Kartini Memaknai Emansipasi dan Kesetaraan Gender (Komunitas Joebawi, 2016); dan Beberapa sajaknya lolos dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014); Senyuman Lembah Ijen Antologi Puisi Nusantara (TareSi Publisher, 2018); Perempuan Memandang Dunia Kumpulan Puisi Perempuan Penyair Nusantara (Tema Litera, 2018); Antologi Puisi Bengkel Sastra Taman Maluku Menjemput Rindu Di Taman Maluku (Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang, 2018); A Skyful of Rain Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2018 (Tahura Media, 2018). Dan buku puisi pertamanya Rahim Embun (2013); buku puisi keduanya Menjadi Tulang Rusukmu (2016);dan buku puisi ketiganya Menjadi Ibu (2019).
Riwayat pendidikannya, untuk Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertamanya diselesaikan di desa kelahirannya. Kemudian, ia melanjutkan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Purwokerto, sempat tinggal di Pondok Pesantren Al-Amin Mersi, Purwokerto. Pada tahun 2011 ia menyelesaikan S-1 (S.Sos.I) di STAIN Purwokerto—sekarang IAIN Purwokerto jurusan Dakwah/ Komunikasi Penyiaran Islam. Pada tahun 2015 ia menyelesaikan S-2 (M.Pd) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).
Saat ini berprofesi sebagai dosen terbang (pengajar tamu) di perguruan tinggi swasta di Purwokerto dan Cilacap. Selain itu, dia mengasuh dan menggerakkan Komunitas Sastra Gubug Kecil Indonesia, di Ajibarang-Banyumas (Jawa Tengah). Telp. 081 290 386 389. e-mail : yanwimudrikah@gmail.com. FB. Yanwi Mudrikah.
PUISI JULIA UTAMI
![]() |
| Dok. Julia Utami |
Julia Utami
SECANGKIR KOPI PAHIT
aku menunggu senja pulang
menemaniku menikmati secangkir kopi
gemerincing hati mencari pahatan kata
sementara kau anggun menawarkan duka
yang mengintipku diam-diam
antara kau dan aku tak juga bersedekap
memanjakan bukit rindu yang
kau tinggal tanpa ingat puncaknya
entahlah, apakah senja masih berwajah jingga
hingga rebah di ranjang di pelukan malam
biarlah tetap aku seruput kopi pahitku
sebelum menghadik diriku sendiri
Tuesday, June 4, 2019
MALAM TAKBIRAN [SRI WINTALA ACHMAD]
![]() |
| https://www.indopos.co.id |
Sri Wintala Achmad
MALAM TAKBIRAN
Takbir
yang membelah desa dan kota
segairah
kembang api membakar langit malam
lantas
siapa tamu yang menunggu di depan pintu
wajahnya
dingin. Ngingatkan aku pada Tuhan
Cilacap, 2 Juli 2015
MALAM LEBARAN
Mengubur
bulan di pemakaman
Tanpa
kafan tanpa pocong di kepala
Sebagaimana
kau, saat memperabukan dosa
lewat
api yang menyala dari jabat tangan telanjang
Cilacap, 3 Juli 2015
MALAM SYAWALAN
Tangan-tangan
dijabatkan
ampunan
khusyuk dilafalkan
tapi
pisau lipatmu masih terselip
:
rapi tersembunyi di pinggang kanan
Cilacap, 4 Juli 2015
MUSIM MUDIK
Serupa
burung pulang ke sarang
kau
singgahi rumah asal, buat
mengenang
manisnya masa kanak
:
terampok di tengah kota yang bengis
Cilacap, 5 Juli 2015
PUISI ERNI NOVALISA
Erni Novalisa
WE CAN
Hening berkutat dalam angka
Berpeluh raga menatap kaca
Meniti jejak menggapai bintang
Di setiap titik akan teraih
Selendang terbang menari di angkasa
Satu persatu terwarnai bagai pelangi
No children left behind
No teacher left behind
And...
We Can
Rakor internal Dit. PSMP
Santika Hotel, 19 Februari 2019
PUISI RITA URBANINGRUM
Rita Orbaningrum
Sang waktu
Detik-detik berlalu
Dengan kepasrahan.
Kepedulian,tanpa pernah tahu
Singgah pada lorong masa,
yang panjang tak berujung.
Keraguan itu selalu ada
Menghadang lajunya harapan.
Menyentuh nurani terdalam
Di antara kebisuan yang mencekam.
Hanya denyut nadi
Yang terdengar saat terjaga.
Hanya dengkur halus yang muncul saat tidur.
Semua tetap melaju
Dalam iringan sang waktu.
Muntok penghujung February 2018
Subscribe to:
Comments (Atom)





