Yanwi Mudrikah
Selamat Pagi, Kekasih
pohon-pohon menyaksikan pertemuan kita
di antara kelelahan yang tertinggal
orang datang dan pergi setelah senja menghilang
selamat pagi, kekasih
hujan masih mengguyur sawah dan kebun milik tetangga
lalu, anak-anak desa bercerita tentang keong
dan orang-orangan sawah
selamat pagi, kekasih
kita terbaring dari gemuruh hujan
petir menyambar
dan angin yang gemetar
selamat pagi, kekasih
narasi sekian tahun masih aku jaga
hingga sejarah akan tuliskan kita
darmakradenan, 12 maret 2019
Selamat siang, kekasih
kita sibuk dari kemacetan
mini bus, angkot dan go-jek berjejalan
orang-orang mengejar rupiah
demi keluarga di rumah
tong kosong nyaring bunyinya
tong kosong bunyinya nyaring
rupiah…
rupiah…
rupiah…
selamat siang, kekasih
darmakradenan, 12 maret 2019
Selamat Malam, kekasih
lampu neon tiba-tiba mati
aku terbangun dari hiruk-pikuk kerjaan
kerjaan kelar, rupiah dibayarkan
selamat malam, kekasih
angin melipat-lipat kertas dan buku-buku
segelas kopi kuseruput lagi,
selamat malam, kekasih
kurayakan rindu yang paling asih
darmakradenan, 12 maret 2019
Yanwi Mudrikah, lahir di Darmakradenan, Ajibarang, pada 12 Agustus 1989. Aktif menulis sastra sejak tahun 2010, saat masih duduk di bangku kuliah. Karya-karyanya terpublikasikan di Suara Pembaruan (Jakarta), Minggu Pagi (Yogyakarta), Koran Merapi (Yogyakarta), Satelitpost (Purwokerto), Radar Banyumas (Purwokerto), Pikiran Rakyat (Bandung), Flores Sastra (Flores), Suara Merdeka (Semarang), Solo Pos (Solo), Jurnal Sajak (Jakarta), Indopos (Jakarta), Majalah Mayara (Surabaya), Harian Tangsel (Jakarta), Banjarmasinpost (Banjarmasin), Harian Waktu (Bandung), Majalah Embun (Surakarta), Riaupos (Riau), NusantaraNews.co, www.litera.co.id, SastraPurnama.com, Harakatuna.com, Radar Bojonegoro (Jawa Timur), Majalah Ancas (Banyumas, Jawa Tengah) dan Media Indonesia (Jakarta), dll.
Karya puisinya juga terdokumentasi dalam Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia 2016 216 Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, Yayasan Sagang 2016); Antologi Di Bawah Sadar Di Atas Sadar (Forum BKI, 2013); Antologi Cahaya Tarbiyah (Forum Mahasiswa Tarbiyah, 2013); Creative Writing (STAIN Press, 2013); Kampus Hijau (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 2 (STAIN Press, 2015); Pilar Puisi 3 (Sekolah Sastra Peradaban, 2016); Rumah Penyair 3 (Kepompong Press, 2016); Seberkas Cinta Antologi Puisi 89 Penyair Indonesia (Digna Pustaka, 2016); Antologi Puisi Membaca Kartini Memaknai Emansipasi dan Kesetaraan Gender (Komunitas Joebawi, 2016); dan Beberapa sajaknya lolos dalam Indonesian Literary Collective (ILIC, Jerman 2014); Senyuman Lembah Ijen Antologi Puisi Nusantara (TareSi Publisher, 2018); Perempuan Memandang Dunia Kumpulan Puisi Perempuan Penyair Nusantara (Tema Litera, 2018); Antologi Puisi Bengkel Sastra Taman Maluku Menjemput Rindu Di Taman Maluku (Bengkel Sastra Taman Maluku Semarang, 2018); A Skyful of Rain Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2018 (Tahura Media, 2018). Dan buku puisi pertamanya Rahim Embun (2013); buku puisi keduanya Menjadi Tulang Rusukmu (2016);dan buku puisi ketiganya Menjadi Ibu (2019).
Riwayat pendidikannya, untuk Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertamanya diselesaikan di desa kelahirannya. Kemudian, ia melanjutkan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Purwokerto, sempat tinggal di Pondok Pesantren Al-Amin Mersi, Purwokerto. Pada tahun 2011 ia menyelesaikan S-1 (S.Sos.I) di STAIN Purwokerto—sekarang IAIN Purwokerto jurusan Dakwah/ Komunikasi Penyiaran Islam. Pada tahun 2015 ia menyelesaikan S-2 (M.Pd) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).
Saat ini berprofesi sebagai dosen terbang (pengajar tamu) di perguruan tinggi swasta di Purwokerto dan Cilacap. Selain itu, dia mengasuh dan menggerakkan Komunitas Sastra Gubug Kecil Indonesia, di Ajibarang-Banyumas (Jawa Tengah). Telp. 081 290 386 389. e-mail : yanwimudrikah@gmail.com. FB. Yanwi Mudrikah.
Komunitas Sastrawan Wanita Indoensia "Pena Kartini" merupakan komunitas penyair wanita yang beranggotakan: Dhenok Kristianti, Rini Intama, Serüni Unié, Ummi Azzura Wijana, Rita Orbaningrum, Ni Putu Putri Suastini, Julia Utami, Purna Aprianti, Puspo Endah, Yanwi Mudrikah, Ewith Bahar, Deasy Tirayoh, Ninuk Retno Raras, Ratna Dewi Barrie, Waty Sumiati Halim, Lies Aryati, Yeni Fatmawati, Erni Novalisa, Frieda Amran, Dyah Tinggeng, Nia Samsihono, dan Lily Siti Multatuliana SutanIskandar.

No comments:
Post a Comment